Penjelasan tentang Obat dan Praktiknya Menurut Rasulullah

Standard

Menurut Dr. Ja’afar Khadim Yamani, ada beberapa ciri praktik pengobatan Rasulullah SAW yang benar.  Ciri-ciri tersebut adalah:

  • Seorang dokter atau tabib tidak bertindak ataupun menggunakan tatacara yang bertentangan dengan Al-Quran dan hadis;
  • Tidak menggunakan bahan haram;
  • Pengobatan yang dilakukan tidak membuat tubuh cacat, kecuali dengan terpaksa dan atas seizin pasien;
  • Pengobatan tidak bersifat tahayul maupun khurafat;
  • Dokter dan tabib harus menjauhkan diri dari iri, riya’, ujub, sombong, dan pemerasan kepada pasien;
  • Dokter dan tabib harus berpakaian rapi dan bersih, sebaiknya berwarna putih;
  • Pusat pelayanan kesehatan hendaknya ditata dengan menarik, rapi, dan bersih;
  • Menghindari lambang-lambang yang merupakan pemujaan terhadap dewa, simbol Yahudi dan Nasrani.

Cara Rasulullah melakukan pengobatan

Rasulullah telah menganjurkan bagi orang yang menderita penyakit supaya berobat dengan obat-obat alam, obat-obat ilahiah, kombinasi antara kedua cara di atas dan bekam.

Ibnu Qayyim berkata, “Perhatian Nabi Muhammad SAW yang paling besar adalah mengobati hati dan memberinya petunjuk, sehingga mencapai puncak yang diinginkan, yaitu surga.  Beliau juga memberikan arahan agar menjaga badan. Nabi Muhammad SAW memperingatkan kepada kita bahwa memperbaiki badan tanpa memperbaiki hati tidak akan memberi manfaat.

  1. Berobat ketika terkena racun. Racun dapat diobati dengan cara mengeluarkannnya menggunakan penangkal yang tepat untuk menetralkan efeknya.  Jika tidak ada obat atau penangkalnya harus dikeluarkan racun secara menyeluruh dan memuntahkan isi perut.  Namun metode paling baik untuk menghilangkan racun adalah bekam terutama bagi yang tingga di daerah panas dan beriklim panas.
  2. Berobat dengan air.  Sebelum meninggal, Rasulullah SAW mengalami demam terus menerus.  Beliau menggunakan air untuk menyembuhkannya.
  3. Berobat dengan abu hangat.  Sahl as-Sa’idi mengisahkan tentang pengobatan dengan abu hangat.  Ia mengisahkan bahwa ketika Rasulullah SAW terluka pada bagian kepala, wajah Beliau berdarah dan gigi beliau patah.  Ali mengambil air dengan perisai.  Lalu, Fatimah datang membersihkan darah di wajah Beliau dengan air.  Akan tetapi, darah semakin deras mengucur.  Maka ia mengambil sehelai tikar, membakarnya, lalu menempelkan abunya ke luka Beliau..  dengan begitu aliran darah berhenti.

Doa Penyembuh Sakit

doa penyembuh sakit

 

 

 

 

 

Sebagai perawat atau tenaga medis lainnya, alangkah baiknya jika mendoakan pasiennya untuk mendapatkan kesembuhan dengan doa doa di atas.  Insya Allah doa tersebut juga bisa dipakai oleh penderita atau orang yang sedang sakit.

Penjelasan Nabi Muhammad SAW tentang Obat

herbal

Penjelasan tentang obat alami dan islamiyang disampaikan Rasulullah SAW meliputi:

  1. Bekam dan celak dengan henna. Diriwayatkan dari Imam Bukhari,dari Salma, pembantu Rasulullah SAW ia berkata, “Tidak ada seorang pun menemui Rasulullah SAW mengeluhkan sakit di kepalanya, melainkan Rasulullah SAW bersabda, ‘Berobatlah dengan bekam.’ Tidak ada orang yang menemui Rasulullah mengeluhkan sakit di kedua kaki, melainkan Rasulullah SAW bersabda, ‘Olesilah dengan keduanya?’”
  2. Madu.  Dikisahkan dari Abu Sa’id bahwa ada seorang laki-laku menemui Nabi SAW, seraya berkata, “Saudarku sakit di bagian perutnya.” Maka Rasulullah bersabda, “Beri dia madu?” Orang itu datang untuk kedua kalinya.  Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Beri dia madu!” Orang itu datang lagi ketiga kalinya.  Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Beri dia madu.”  Ternyata orang itu masih datang lagi dan berkata, “Aku sudah melakukannya.” Rasulullah SAW bersabda, “Allah benar dan perut saudaramu tidak beres. Beri dia madu!” Setelah diberi madu untuk keempat kalinya, maka dia pun sembuh. (Muttafaqun alaih)
  3. Jintan Hitam

    “Hendaklah kamu menggunakan jintan hitam karena sesungguhnya padanya terdapat penyembuhan bagi segala penyakit kecuali kematian” (HR Bukhari dan Muslim)

  4. Air zamzam
  5. Debu dan ludah
  6. Sundutan. Pengobatan ini dilakukan dengan cara menyundut bagian tubuh tertentu dari bahan menggunakan api.  Dalam sebuah hadis riwayat Muslim disebutkan, bahwa Nabi SAW mengirim seorang tabib kepada Ubay bin Ka’ab.  Tabib itu memotong satu nadi dan menyundutnya.
  7. Air rebusan tepung gandum. Disebutkan dalam sebuah hadis, dari Ummu Al-Mundzir, ia berkata, “Rasulullah SAW mendatangi rumahku bersama Ali bin Abi Thalib.  Saat itu kami memiliki kurma yang digantung bersama tandanya.  Rasulullah SAW memakannya, diikuti Ali.  Rasulullah SAW bersabda, “Sebentar wahai Ali, bukankah kamu barusan sembuh dari sakit?” Kemudia aku merebut tepung gandum dan sayur ubi bagi mereka.  Lantas Nabi bersabda, “Wahai Ali, santaplah makanan ini, karena jenis makan ini lebih cocok untukmu.”
  8. Istmid, yaitu jenis batu hitam untuk bahan celak ketika mata sakit.
  9. Air, di antaranya adalah air zamzam dan air perigi.  Rasulullah bersabda, “Sakit demam berasal dari luapan neraka Jahannam, maka dinginlah ia dengan air. (Muttafaqun alaih).  Rasulullah bersabda, “Air zamzam menyembuhkan menurut niat apa ia diminum.
  10. Ruqyah, yaitu pengobatan dengan cara membaca al-Qur’an dan doa-doa ma’surat dari Rasulullah SAW
  11. Air kencing dan air susu unta.  Dikisahkan dalam hadis Bukhari, dari Anas bin Malik, bahwa suatu hati ada segolongan orang yang terkena demam karena perubahan cuaca di Madinah.  Kemudia Nabi SAW memerintahkan agar mereka menemui penggembala unta untuk meminum air susu dan air kencing unta tersebut.  Mereka pun melakukannya, hingga badan mereka sehat kembali.  Tetapi kemudian merekamembunuh pengembala dan mencuri unta-untanya.  Setelah Nabi Muhammad SAW mendengar kejadian ini, Belia mengirim beberapa orang untuk mengejar mereja, hingga mereka dapat ditangkap.  Sebagai hukuman, tangan dan kaki mereka dipotong dan mata mereka dicukil.
  12. Pembedahan, yaitu membelah bisul dan mengeluarkan isinya.  Nabi Muhammad SAW pernah menyuruh seorang tabib untuk pembedahan bisul seseorang di bagian perutnya.  Kemudian ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah pengobatan masih ada manfaatnya?” Rasulullah menjawab, “Seseungguhnya Zat yang menurunkan penyakit juga menurunkan penyembuhan.”
  13. Menyembuhkan perasaan khawatir dan sedih
  14. Berwudhu
    “Umatku (di hari Kiamat) akan dipanggil dengan wajah putih bersinar karena bekas wudhu.” (HR. Bukhari).  Dalam firman Allah SWT, “Dan bersihkanlah pakaianmu dan tinggalkanlah segala perbuatan keji.” (QS. Al-Muddatsir[74]: 4-5)
  15. Shalat

    Rasulullah SAW bersabda, “Shalat adalah mikrajnya orang mukmin.”

    Allah SWT berfirman, “Dan dirikanlah sholat.  Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-ankabuut[29]: 45).

    Shalat yang dilaksanakan secara khusyuk dan hudhur akan menentramkan hati dan memprogram otak bahwa Allah SWT selalu mengawasi setiap hambaNya.

  16.  Shaum
    “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).  Dalam firman-Nya yang lain disebutkan, “Maka siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan maka (hendaklah menggantinya) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin.  Siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka itulah yang lebih baik baginya.  Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:184).  Keringanan ini menjadi petunjuk bahwa shaum bertujuan untuk membuat orang semakin sehat dan bukan untuk menyengsarakan orang.  Hal ini juga sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Berpuasalah maka kamu akan sehat.”
  17.  Tidur yang cukup dan benar.
  18. Gizi yang halal dan thayyib
    “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal dan baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu.” (QS. Al-Baqarah: 186).  Rasulullah SAW menyikapi makanan haram dengan mengatakan, “Bagaimana orang itu berdoa, ‘Ya Allah, aku meminta ini dan itu’ sementara yang dimakan barang yang haram.”  Ternyata, orang yang memasukkan makanan haram ke dalam tubuhnya dapt menghambat kepentingannya kepada Allah SWT.

Bahan gizi lain yang sudah diketahui manfaatnya dan dianjurkan Rasulullah SAW antara lain kurma, buah tin, buah zaitun, gandum,          tajin gandum, rebusan sayur, cuka apel, bawang putih, kismis, keju, jahe, kayu siwak, minyak samin, mentimun, susu unta, dan hulbah.
Bekam

Setelah mengetahui begitu banyak cara pengobatan yang telah Rasulullah SAW lakukan, rasanya rugi jika kita menolaknya karena metode beliau insya Allah sangat mujarab.

 

Sumber:

Assegaf, Muhammad Ali Toha. 2011. Buku Pintar Sehat Islami. Bandung: Mizania

Muhadi, S.Pd.I & Muadzin, M. Pd.I, Semua Penyakit Ada Obatnya.

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s