Prinsip Pengobatan ala Rasulullah SAW

Standard

images (2)

Thibbun Nabawi adalah tata cara pengobatan Rosululloh  SAW. Pada masa sekarang ini telah banyak orang yang melupakan atau mungkin belum mengenal thibbun nabawi, hal ini disebabkan karena semakin jauhnya umat islam sendiri dari agamanya ditambah lagi dengan pesatnya perkembangan zaman dan semakin modernnya teknologi pada dunia medis, sehingga banyak umat islam menganggap bahwa tata cara pengobatan warisan Rosululloh  SAW sudah ketinggalan zaman dan tidak berlaku lagi untuk masyarakat modern, padahal jika kita sebagai umat islam mau mempelajari dan memahami thibbun nabawi niscaya akan banyak hikmah dan manfaat yang akan kita dapatkan khususnya dalam dunia pengobatan, selain itu tentunya kita juga akan mendapatkan bonus pahala sunah.

Setiap penyakit, ada obatnya. Sebagaimana yang dikatakan Nabi Ibrahim as yang men-counter (menyerang balik) orang-orang yang mengingkari Allah SWT dengan mengatakan,

“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku….”(Q.S. Asy-Syu’ara’ : 80)

Pada saat memberikan nasehat kepada kaum muslimin, Nabi Muhammad SAW telah menjelaskan bahwa metode pengobatan itu ada 3 macam; menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an; dengan meminum madu; dan dengan pembakaran (kiyatu nar).  Hanya saja beliau menyuruh umatnya agar tidak menggunakan pembakaran dengan bersabda “Saya melarang menggunakan pembakaran (untuk pengobatan)

Dalam Shahih al-Bukhari diriwayatkan dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda, “Kesembuhan itu ada tiga, dengan meminumkan madu (Bisyur-bata ‘asala), sayatan pisau bekam (syurthota mihjam), dan dengan besi panas (kayta naar) dan aku melarang umatku melakukan pengobatan dengan besi panas.”

“Gunakanlah dua penyembuh; al-Qur’an dan madu” (HR. Ath-Thabrani dari Abu Hurairah)

Berdasarkan sabda tersebut, bekam dan madu merupakan kombinasi terbaik dalam pengobatan.  Rasulullah SAW menyebutkan madu untuk mewakili pengobatan dengan bahan alami, sedangkan bekam merupakan tindakan dalam pengobatan.

Masih banyak dalil shahih yang menjelaskan pengobatan Nabawi.  Tetapi dari dua hadits tersebut dapat diketahui bahwa pengobatan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW adalah al-Qur’an, madu dan bekam.  Rasulullah melarang dengan menggunakan besi panas.

  1. Mengobati penyakit dengan Al-Qur’an.  Menurut Imam Ibnul Qayyim al Jauziyah dalam kitabnya at Thibun Nabawiy, penyakit batin adalah penyakit yang berkaitan dengan jauhnya batin (hati) seseorang dari Allah.  Pengobatannya dengan Al-Qur’an (ibadah, doa, ruqyah, syar’iyah).  Sedangkan, penyakit lahir (fisik) pengobatannya dengan obat-obatan yang sesuai dengan al-Qur’an.
  2. Mengobati dengan madu. Allah SWT berfirman, “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya.  Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (Q.S. An-Nahl (16):69).   Madu merupakan makanan sekaliguys obat yang disebutkan oleh Allah SWT dalamal-qur’an.  Oleh karenanya, Rasulullah menyukai madu sebagai makanan atau sebagai penyembuh penyakit.  Bahkan, beliau suka meminum madu di pagi hari dengan dicampur air dingin untuk menjaga atau mengobati penyakit usus.
  3. Pengobatan dengan bekam.  Bekam nama lainnya adalah hijamah

wallahu’alam

Sumber :

Abdullah, Muhammad Mahmud. 2010. Sembuhkan Penyakitmu Dengan Al-Qur’an.Yogyakarta: Penerbit Beranda Publishing

Assegaf, Muhammad Ali Toha. 2011. Buku Pintar Sehat Islami. Bandung: Mizania

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s