Air Zamzam

Standard

Air zamzam mengandung mineral delapan kali lebih besar dari air basa.  Air ini bersifat alkalis. Namun, banyak kandungan garam dalam air zamzam tidak menyebabkan air ini terasa asin, justru sebaliknya, sedikit manis.

Manfaat air zamzam sangat luas membuatnya digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit.  Para penerapi thibbun nabawiy pun memercayai air zamzam sebagai obat pilihan untuk penyakit yang belum diketahui secara jelas obatnya.

Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baiknya air di muka bumi adalah air zamzam.  Dia bisa menjadi makanan yang mengenyangkan dan bisa menjadi obat penyakit.” Dalam Hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, “Air zamzam bermanfaat bergantung pada niatnya.”  Dalam sebuah hadis riwayat Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda,”Perbedaan antara kami dan orang-orang munafik adalah karena mereka tidak memperoleh kebaikan dari air zamzam.”

Nabi saw menjelaskan: “Sesungguhnya, air zam-zam ini air yang sangat diberkahi, ia adalah makanan yang mengandungi gizi”.  Nabi saw menambahkan:“Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail”. (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).

Rasulullah (saw) pernah mengambil air zam-zam dalam sebuah kendi dan bekas dari kulit, kemudian membawanya kembali ke Madinah dan Air zam-zam itu digunakan Rasulullah (saw) untuk memercikkan kepada orang sakit dan kemudian disuruh meminumnya.

Zamzam3

sumber mata air zamzam

Sumber:

Assegaf, Muhammad Ali Toha. 2011. Buku Pintar Sehat Islami. Bandung: Mizania

http://www.eramuslim.com/peradaban/quran-sunnah/air-zam-zam-tidak-sehat-diminum-benarkah-tuduhan-itu.htm

http://www.kelair.bppt.go.id/Sitpa/Artikel/Airzamzam/airzamzam.htm

Advertisements

Madu

Standard

madu-jadi-bekrn1

Madu adalah cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan olehlebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Jika Tawon madu sudah berada dalam sarang nektar dikeluarkan dari kantung madu yang terdapat pada abdomen dan dikunyah dikerjakan bersama tawon lain, jika nektar sudah halus ditempatkan pada sel, jika sel sudah penuh akan ditutup dan terjadi fermentasi.  Rasa manis madu disebapkan oleh unsur monosakarida fruktosa dan glukosa, dan memiliki rasa manis yang hampir sama dengan gula.

“Cara Rasul minum madu mungkin berbeda dengan kita, kebanyakan kita mungkin minum madu yang sudah dicairkan dengan air,” ujar penulis buku sehat ala Rosul, Dr Brilianto M Soenarwo di acara Bincang Kesehatan ala Rosululloh, Sabtu (31/12) di Masjid At-tin.

Cara Nabi Muhammad SAW mengonsumsi madu bukan dengan meminum madu yang sudah dicairkan dengan air.  Nabi mengambil madu lalu mengulum di mulutnya hingga lumer ketika bercampur dengan air liur. Madu yang mengandung fruktosa lebih baik dicampur dengan air liur agar mudah larut dan dicerna oleh lambung.
Mengkonsumsi madu di pagi hari bisa mencegah seseorang terkena sakit maag.  Pada pagi hari perut kosong karena Nabi makan malam ringan sekitar jam 8 malam. Madu dapat melapisi dinding lambung sehingga Nabi SAW tidak terkena maag.  Nabi saw biasanya makan malam dengan porsi yang sedikit. Untuk porsi makan yang lebih banyak Nabi biasa melakukannya ketika makan siang.

Banyak mitos tentang madu yang beredar di masyarakat.  Misalnya, madu yang asli selalu dikerumuni semut dan dapat mematangkan telur mentah.  Akibatnya, muncul berbagai upaya pemalsuan madu untuk memenuhi sifat yang dimitoskan tersebut.  Untuk menguji keaslian madu, ukurlah kadar keasamannya.  Madu asli memiliki pH 3,4-4,5.  Jika diteteskan pada koran, tidak mudah terserap.  Perhatikan keaslian madu untuk mendapat manfaat yang besarnya.

Agar terjaga mutu dan manfaatnya, simpanlah madu pada suhu kamar dan dalam wadah kaca kedap udara.  Jauhkan dari sinar matahari atau cahaya lainnya.  Sebenarnya, madu murni tidak mudah rusak.  Kendati demikian, tetap perhatikan cara penyimpanannya agar daya antibiotik dan kandungan enzimnya tidak mudah rusak.  Jika enzim-enzim terebut rusak, minum madu tidak ubahnya minum air gula biasa.

946506_459553940796580_885375431_n

Sumber:

Assegaf, Muhammad Ali Toha. 2011. Buku Pintar Sehat Islami. Bandung: Mizania

http://id.wikipedia.org/wiki/Madu

http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/11/12/31/lx27ak-begini-cara-nabi-muhammad-menyantap-madu

Jintan Hitam (Habbatus Sauda’)

Standard

jintan_hitam

“Hendaklah kau menggunakan jinten hitam karena sesungguhnya padanya terdapat penyembuhan bagi segala penyakit, kecuali kematian” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jintan hitam disebut sebagai obat dari segala penyakit karena mujarrab dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan.  Dari penelitia terbaru, jintan hitam diketahui sebagai biji-bijian yang kaya kandungan asam lemak tak jenuh, antioksidan, dan berbagai bioflavonoid.  Di samping itu, ratusan penelitian telah menunjukkan manfaat jintan hitam dalam menyembuhkan berbagai penyakit.  Jintan hitam bersifat panas dan kering pada derajat tiga sehingga cocok untuk membakar kelebihan lemak atau obesitas yang mempunyai sifat dingin dan basah.

Jintan hitam mengandung monosakarida rhamnose, xylose, dan arabinose, serta nonstarch polisakarida yang merupakan sumber serat.  Kandungan 15 asam aminonya terdiri atas 8 asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh, termasuk arginin dan vitamin karotenoid.  Asam amino esensial ini sangat penting bagi tubuh, tetapi tubuh tidak bisa membentuknya.  Selain itu, jintan hitam juga mengandung kalsium, zat besi, potassium, asam lemak esensial tak jenuh (omega-3 dan omega-6), serta beberapa flavonoid yang bermanfaat sebagai antioksidan.

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengungkap khasiat dari habbatus sauda’.  Di bawah ini adalah beberapa khasiat dan manfaatnya:

  1. Sebuah penelitian di Yaman memberi harapan bagi pengobatan HIV/AIDS karena maafaat habbatus sauda’ yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh.
  2. Habbatus sauda’  sebagai antialergi karena kandungan antihistamine­-nya yang cukup tinggi.
  3. Sebuah percobaan laboratorium menunjukkan habbatus sauda’ dapat menghancurkan sel-sel abnormal sehingga diperkirakan dapat berkhasiat sebagai antitumor dan antikanker.  Namun, khasiat ini masih diteliti lebih lanjut.
  4. Habbatus sauda’ juga berfungsi sebagai antibakteri.  Oleh karena itu habbatus sauda’ dapat digunakan akibat infeksi bakteri, seperti E.coli, V. Cholera, dan spesies Shigella yang bisa menyerang saluran cerna maupun saluran kencing.
  5. Khasiatnya sebagai antiperadangan sangat bermanfaat bagi penderita arthritis, radang kulitm maupun radang paru.
  6. Ibnu Sina dalam bukunya, Qanuun Fith Thiib, menyebutkan manfaat Habbatus sauda’ untuk memperlancar aliran energi dalam tubuh dan memulihkan stamina seseorang yang baru sembuh dari sakit.
  7. Ibnu Qayyim dalam bukunya, Ath-Thibbun Nabawiy, menjelaskan khasiatnya dalam membantu pengobatan bronkhitis, cacingan, jerawat, sakit menjelang haid, serta meningkatkan produksi air liur.
  8. Profesor G.  Rietmuller, Direktur Institut Imunologi dari Universitas Munich, Jerman, telah meneliti habbatus sauda’ dan menyimpulkan manfaatnya sebagai immunomodulator.
  9. Dr. Ahmad El-Qadi dari Islamabad, Pakistan dan Dr. Usama Qandil dari Florida, AS meyimpulkan bahwa konsumsi 1 gr habbatus sauda’ sebanyak 2 kali sehari akan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit secara bermakna.  Hal ini juga memberikan harapan kemungkinan penggunaan habbatus sauda’ sebagai obat bagi penderita kanker, HIV/AIDS, lupus, dan penyakit gangguan terhadap kekebalan tubuh lainnya.
  10. Dr. Peter Schleicher, seorang pakar imunologi dari Munich, Jerman, menyimpulkan secara empirik tentang keberhasilan habbatus sauda’ dalam menyembuhkan 420 orang dari 600 orang sukarelawan penderita alergi.
  11. Peneliti di AS melaporkan temuannya terhadpa sifat antikanker pada habbatus sauda’
  12. Profesor Michael Meurer dari Klinik Dermatologi Munich di Jerman menemukan mafaat habbatus sauda’ sebagai anti peradangan dan ovatneurodermatitis atau gatal pada kulit akibat stres.
  13. Penelitian lain menunjukkan manfaat habbatus sauda’  dalam menanggulangi penyakit depresi sumsum tulang, yaitu menurunnya kemampuan sumsum tulang untuk memproduksi sel-sel darah, meingkatkan pemberntukan interferon, serta memperpanjang usia sel-sel darah normal dari perusakan oleh virus.  Habbatus sauda’ juga diyakini mengandung lebih dari 100 bahan obat yang berkhasiat dan bermanfaat terhadap beragam jenis penyakit.

Habbatus sauda’ tersedia dalam beragam bentuk yang siap dikonsumsi, seperti minyak dan serbuk dalam bentuk kapsul.  Minyak habbatus sauda’ sangat dianjurkab bagi pengobatan penyakit kulit, persendian, dan perncernaan.  Minyak habbatus sauda’ yang baik kualitasnya beraroma sangat khas, yaitu pahit-pedas.  Jika dirasakan, akan meniggalkan sedikit rasa getir pedas dan bau harum yang melekat di mulut selama beberapa jam.

Sumber:

Assegaf, Muhammad Ali Toha. 2011. Buku Pintar Sehat Islami. Bandung: Mizania

Penjelasan tentang Obat dan Praktiknya Menurut Rasulullah

Standard

Menurut Dr. Ja’afar Khadim Yamani, ada beberapa ciri praktik pengobatan Rasulullah SAW yang benar.  Ciri-ciri tersebut adalah:

  • Seorang dokter atau tabib tidak bertindak ataupun menggunakan tatacara yang bertentangan dengan Al-Quran dan hadis;
  • Tidak menggunakan bahan haram;
  • Pengobatan yang dilakukan tidak membuat tubuh cacat, kecuali dengan terpaksa dan atas seizin pasien;
  • Pengobatan tidak bersifat tahayul maupun khurafat;
  • Dokter dan tabib harus menjauhkan diri dari iri, riya’, ujub, sombong, dan pemerasan kepada pasien;
  • Dokter dan tabib harus berpakaian rapi dan bersih, sebaiknya berwarna putih;
  • Pusat pelayanan kesehatan hendaknya ditata dengan menarik, rapi, dan bersih;
  • Menghindari lambang-lambang yang merupakan pemujaan terhadap dewa, simbol Yahudi dan Nasrani.

Cara Rasulullah melakukan pengobatan

Rasulullah telah menganjurkan bagi orang yang menderita penyakit supaya berobat dengan obat-obat alam, obat-obat ilahiah, kombinasi antara kedua cara di atas dan bekam.

Ibnu Qayyim berkata, “Perhatian Nabi Muhammad SAW yang paling besar adalah mengobati hati dan memberinya petunjuk, sehingga mencapai puncak yang diinginkan, yaitu surga.  Beliau juga memberikan arahan agar menjaga badan. Nabi Muhammad SAW memperingatkan kepada kita bahwa memperbaiki badan tanpa memperbaiki hati tidak akan memberi manfaat.

  1. Berobat ketika terkena racun. Racun dapat diobati dengan cara mengeluarkannnya menggunakan penangkal yang tepat untuk menetralkan efeknya.  Jika tidak ada obat atau penangkalnya harus dikeluarkan racun secara menyeluruh dan memuntahkan isi perut.  Namun metode paling baik untuk menghilangkan racun adalah bekam terutama bagi yang tingga di daerah panas dan beriklim panas.
  2. Berobat dengan air.  Sebelum meninggal, Rasulullah SAW mengalami demam terus menerus.  Beliau menggunakan air untuk menyembuhkannya.
  3. Berobat dengan abu hangat.  Sahl as-Sa’idi mengisahkan tentang pengobatan dengan abu hangat.  Ia mengisahkan bahwa ketika Rasulullah SAW terluka pada bagian kepala, wajah Beliau berdarah dan gigi beliau patah.  Ali mengambil air dengan perisai.  Lalu, Fatimah datang membersihkan darah di wajah Beliau dengan air.  Akan tetapi, darah semakin deras mengucur.  Maka ia mengambil sehelai tikar, membakarnya, lalu menempelkan abunya ke luka Beliau..  dengan begitu aliran darah berhenti.

Doa Penyembuh Sakit

doa penyembuh sakit

 

 

 

 

 

Sebagai perawat atau tenaga medis lainnya, alangkah baiknya jika mendoakan pasiennya untuk mendapatkan kesembuhan dengan doa doa di atas.  Insya Allah doa tersebut juga bisa dipakai oleh penderita atau orang yang sedang sakit.

Penjelasan Nabi Muhammad SAW tentang Obat

herbal

Penjelasan tentang obat alami dan islamiyang disampaikan Rasulullah SAW meliputi:

  1. Bekam dan celak dengan henna. Diriwayatkan dari Imam Bukhari,dari Salma, pembantu Rasulullah SAW ia berkata, “Tidak ada seorang pun menemui Rasulullah SAW mengeluhkan sakit di kepalanya, melainkan Rasulullah SAW bersabda, ‘Berobatlah dengan bekam.’ Tidak ada orang yang menemui Rasulullah mengeluhkan sakit di kedua kaki, melainkan Rasulullah SAW bersabda, ‘Olesilah dengan keduanya?’”
  2. Madu.  Dikisahkan dari Abu Sa’id bahwa ada seorang laki-laku menemui Nabi SAW, seraya berkata, “Saudarku sakit di bagian perutnya.” Maka Rasulullah bersabda, “Beri dia madu?” Orang itu datang untuk kedua kalinya.  Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Beri dia madu!” Orang itu datang lagi ketiga kalinya.  Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Beri dia madu.”  Ternyata orang itu masih datang lagi dan berkata, “Aku sudah melakukannya.” Rasulullah SAW bersabda, “Allah benar dan perut saudaramu tidak beres. Beri dia madu!” Setelah diberi madu untuk keempat kalinya, maka dia pun sembuh. (Muttafaqun alaih)
  3. Jintan Hitam

    “Hendaklah kamu menggunakan jintan hitam karena sesungguhnya padanya terdapat penyembuhan bagi segala penyakit kecuali kematian” (HR Bukhari dan Muslim)

  4. Air zamzam
  5. Debu dan ludah
  6. Sundutan. Pengobatan ini dilakukan dengan cara menyundut bagian tubuh tertentu dari bahan menggunakan api.  Dalam sebuah hadis riwayat Muslim disebutkan, bahwa Nabi SAW mengirim seorang tabib kepada Ubay bin Ka’ab.  Tabib itu memotong satu nadi dan menyundutnya.
  7. Air rebusan tepung gandum. Disebutkan dalam sebuah hadis, dari Ummu Al-Mundzir, ia berkata, “Rasulullah SAW mendatangi rumahku bersama Ali bin Abi Thalib.  Saat itu kami memiliki kurma yang digantung bersama tandanya.  Rasulullah SAW memakannya, diikuti Ali.  Rasulullah SAW bersabda, “Sebentar wahai Ali, bukankah kamu barusan sembuh dari sakit?” Kemudia aku merebut tepung gandum dan sayur ubi bagi mereka.  Lantas Nabi bersabda, “Wahai Ali, santaplah makanan ini, karena jenis makan ini lebih cocok untukmu.”
  8. Istmid, yaitu jenis batu hitam untuk bahan celak ketika mata sakit.
  9. Air, di antaranya adalah air zamzam dan air perigi.  Rasulullah bersabda, “Sakit demam berasal dari luapan neraka Jahannam, maka dinginlah ia dengan air. (Muttafaqun alaih).  Rasulullah bersabda, “Air zamzam menyembuhkan menurut niat apa ia diminum.
  10. Ruqyah, yaitu pengobatan dengan cara membaca al-Qur’an dan doa-doa ma’surat dari Rasulullah SAW
  11. Air kencing dan air susu unta.  Dikisahkan dalam hadis Bukhari, dari Anas bin Malik, bahwa suatu hati ada segolongan orang yang terkena demam karena perubahan cuaca di Madinah.  Kemudia Nabi SAW memerintahkan agar mereka menemui penggembala unta untuk meminum air susu dan air kencing unta tersebut.  Mereka pun melakukannya, hingga badan mereka sehat kembali.  Tetapi kemudian merekamembunuh pengembala dan mencuri unta-untanya.  Setelah Nabi Muhammad SAW mendengar kejadian ini, Belia mengirim beberapa orang untuk mengejar mereja, hingga mereka dapat ditangkap.  Sebagai hukuman, tangan dan kaki mereka dipotong dan mata mereka dicukil.
  12. Pembedahan, yaitu membelah bisul dan mengeluarkan isinya.  Nabi Muhammad SAW pernah menyuruh seorang tabib untuk pembedahan bisul seseorang di bagian perutnya.  Kemudian ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah pengobatan masih ada manfaatnya?” Rasulullah menjawab, “Seseungguhnya Zat yang menurunkan penyakit juga menurunkan penyembuhan.”
  13. Menyembuhkan perasaan khawatir dan sedih
  14. Berwudhu
    “Umatku (di hari Kiamat) akan dipanggil dengan wajah putih bersinar karena bekas wudhu.” (HR. Bukhari).  Dalam firman Allah SWT, “Dan bersihkanlah pakaianmu dan tinggalkanlah segala perbuatan keji.” (QS. Al-Muddatsir[74]: 4-5)
  15. Shalat

    Rasulullah SAW bersabda, “Shalat adalah mikrajnya orang mukmin.”

    Allah SWT berfirman, “Dan dirikanlah sholat.  Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-ankabuut[29]: 45).

    Shalat yang dilaksanakan secara khusyuk dan hudhur akan menentramkan hati dan memprogram otak bahwa Allah SWT selalu mengawasi setiap hambaNya.

  16.  Shaum
    “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).  Dalam firman-Nya yang lain disebutkan, “Maka siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan maka (hendaklah menggantinya) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin.  Siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka itulah yang lebih baik baginya.  Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:184).  Keringanan ini menjadi petunjuk bahwa shaum bertujuan untuk membuat orang semakin sehat dan bukan untuk menyengsarakan orang.  Hal ini juga sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Berpuasalah maka kamu akan sehat.”
  17.  Tidur yang cukup dan benar.
  18. Gizi yang halal dan thayyib
    “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal dan baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu.” (QS. Al-Baqarah: 186).  Rasulullah SAW menyikapi makanan haram dengan mengatakan, “Bagaimana orang itu berdoa, ‘Ya Allah, aku meminta ini dan itu’ sementara yang dimakan barang yang haram.”  Ternyata, orang yang memasukkan makanan haram ke dalam tubuhnya dapt menghambat kepentingannya kepada Allah SWT.

Bahan gizi lain yang sudah diketahui manfaatnya dan dianjurkan Rasulullah SAW antara lain kurma, buah tin, buah zaitun, gandum,          tajin gandum, rebusan sayur, cuka apel, bawang putih, kismis, keju, jahe, kayu siwak, minyak samin, mentimun, susu unta, dan hulbah.
Bekam

Setelah mengetahui begitu banyak cara pengobatan yang telah Rasulullah SAW lakukan, rasanya rugi jika kita menolaknya karena metode beliau insya Allah sangat mujarab.

 

Sumber:

Assegaf, Muhammad Ali Toha. 2011. Buku Pintar Sehat Islami. Bandung: Mizania

Muhadi, S.Pd.I & Muadzin, M. Pd.I, Semua Penyakit Ada Obatnya.

Cara Rasulullah SAW menjaga kesehatan diri

Video

MuhammadurRasulullah-1

Hal-hal positif yang dilakukan Nabi Muhammad SAW agar selalu tampak fit, sehat dan jarang sakit, diantaranya:

SELEKTIF TERHADAP MAKANANTidak ada makanan yang masuk ke dalam mulut beliau, kecuali makanan tersebut memenuhi syarat halal dan thayyib (baik). Halal berkaitan dengan urusan akhirat, yaitu halal cara mendapatkannya dan halal barangnya. Sedangkan thayyib berkaitan dengan urusan duniawi, seperti baik tidaknya atau bergizi tidaknya makanan yang dikonsumsi. Salah satu makanan kegemaran  Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah madu. Beliau biasa meminum madi yang dicampur air untuk membersihkan air liur dan pencernaan. Beliau bersabda, “Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Al-Qur’an.” (H.R. Ibnu Majah dan Hakim).TIDAK MAKAN SEBELUM LAPAR DAN BERHENTI MAKAN SEBELUM KENYANG

Aturannya, kapasitas perut dibagi dalam tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair) dan sepertiga lagi untuk udara. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

“Anak Adam tidak memenuhi suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya.”Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiganya lagi untuk pernafasan.”
(H.R. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

MAKAN DENGAN TENANG , TUMAKNINAH, TIDAK TERGESA-GESA DENGAN TEMPO SEDANG

Apa hikmahnya? cara makan seperti ini akan menghindarkan dari tersedak, tergigit, kerja organ pencernaan pun lebih ringan. Makanan pun bisa dikunyah dengan lebih baik, sehingg kerja organ pencernaan bisa berjalan sempurna. Makan yang tidak dikunyah dengan baik akan sulit dicerna, dalam jangka waktu yang lama bisa menimbulkan kanker di usus besar.

CEPAT TIDUR DAN CEPAT BANGUN

Beliau tidur di awal malam dan bangun pada pertengahan malam kedua. Biasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bangun dan bersiwak, lalu berwudhu dan shalat sampai waktu yang diizinkan Allah. Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan (contohnya tidur siang), namun tidak pula menahan diri untuk tidur sekedar yang dibutuhkan. kecuali setelah Isya’ beliau mempunyai majlis ilmu bersama para sahabatnya. Penelitian Daniel F Kripke, Ahli Psikiatri dari Universitas California menarik untuk diungkapkan. Penelitian yang dilakukan di Jepang dan AS selama 6 tahun dengan responden berusia 30 – 120 tahun mengatakan bahwa orang yang biasa tidur 8 jam sehari memiliki resiko kematian yang lebih cepat. sangat berlawanan dengan mereka yang biasa tidur 6-7 jam sehari. Nah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam biasa tidur selepasa Isya untuk kemudian bangun malam. Jadi beliau tidur tidak lebih dari 8 jam.

ISTIQAMAH MELAKUKAN SHAUM SUNAT DILUAR SHAU RAMADHAN

Karena itu kita mengenal beberapa shaum sunnat yang beliau anjurkan, seperti Senin Kamis, Shaum Daud, Shaum 6 hari di bulan Syawwal dan sebaginya. Shaum adalah perisai terhadap berbagai macam penyakit jasmani maupun rohani. Pengaruhnya dalam menjaga kesehatan, melebur ampas makanan, menahan diri dari makanan berbahaya sangat luar biasa. Shaum menjadi obat penenang bagi stamina dan organ tubuh sehingga energinya tetap terjaga. Shaum sangat ampuh untuk detoksifikasi (pembersihan) yang sifatnya total menyeluruh.

Yang tidak kalah penting dari ikhtiar lagi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sangat mantap dalam ibadah ritualnya khususnya dalam sholat beliau pun memiliki keterampilan paripurna  dalam mengelola emosi, fikiran dan hati. Penelitian terkini dalam bidang kesehatan membuktikan bahwa kemampuan dalam memanage hati,  fikiran dan perasaan serta ketersambungan yang inten dengn Dzat Yang Maha Tinggi akan menentukan kesehatan seseorang jasmani maupun rohani.

Setelah mengetahui cara-cara tersebut, mari kita mengikuti dana mempraktikkannya di kehidupan sehari-sehari karena banyak manfaat di dalamnya.  Selain kita dapat meningkatkan status kesehatan, insya Allah juga mendapatkan pahala karena melakukan sunnah Rasul.
wallahu’alam
Sumber: Abdurrahman bin Salim el-Ghifari, Tips Hidup Sehat Cara Nabi

Bekam atau Hijamah

Video

bekam

Berbekam atau disebut juga al-hijamah, kop, cantuk, atau cupping merupakan metode pengobatan yang istimewa.  Jika bicara tentang bekam, kita berbicara tentang mukjizat pengobatan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Secara praktis, prinsip ilmiah berbekam adalah membuang toksin dan sel-sel darah yang abnormal maupun yang telah rusak akibat pengaruh radikal bebas.  Berbekam juga merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel-sel darah vital yang baru.  Darah yang keluar saat proses bekam adalah darah rusak yang mengganggu kesehatan.  Oleh karena itu, sebanyak apapun volume darah yang dibuang tidak akan mengebabkan tubuh menjadi lemah.  Sebaliknya, justru akan meningkatkan status kesehatan seseorang.

Orang yang melakukana bekam secara teratur akan mendapatkan beragam mmanfaatnya.  Manfaat tersebut antara lain, sel-sel darah yang tidak vital bisa disingkirkan, terbebas dari radikal bebas atau racun-racun sisa metabolisme dan akibat polusi, tubuh akan terangsang membentuk sel darah baru yang vital dengan jumlah yang cukup.  Berbekam juga akan menormalkan kolesterol darah dan asam urat, meringankan kerja jantung, ginjal, dan liver sehingga badan menjadi lebih sehat dan bugar.  Bekam jugaberfungsi sebagai detoksifikasi racun yang berasal dari sisa-sisa bahan kimia atau obat-obatan yang kita minum.

Beberapa kespustakaan pengobatan islam mengatakan bahwa bekam memberi manfaat, terutama bagi pengobatan penyakit-penyakit akibat bergolaknya darah (gholabatid dam), yaitu obat bagi penyakit pada darah, saluran darah, jantung, paru, hati, limpa, dan ginjal.  Jadi, memang tidak semua penyakit dapat diobati dengan bekam.  Penyakit yang bisa disembuhkan dengan bekam antara lain lemah jantung, penyakit jantung koroner, pengentalan darah, aterosklerosis, tekanan darah tinggi, alergi, anemia, stroke, kerusakan pembuluh darah lain, gangguan pada otak dan persarafan, gangguan fungsi ginjal, hepatitis kronis B ataupun C, vertigo, pembesaran limpa, penyakit paru, kencing manis, lupus eritematosusmultiple sclerosis, tumor, dan kanker.

Agar bekam memberikan hasil maksimal, perhatikanlah tiga aspek dalam prosesnya, yaitu kondisi pasien, kemampuan ahli bekam, dan jenis penyakit.  Berdasarkan penelitian, pijat refleksi atau akupuntur yang dilakukan sebelum pembekaman sangat bagus untuk melancarkan aliran darah atau chi pada daerah yang akan dibekam.  Oleh karena itu, praktisi bekam harus mempelajari patofisiologi dan selalu mengikuti perkembangan kesehatan pasien.

Agar hijamah dapat dipertanggungjawabkan, ada beberapa syarat secara medis yang harus ditaati.

–          Pelaku hijamah harus mengetahui seluk-beluk hijamah dan harus terus belajar karena metode pengobatan selalu terus berkembang.  Rasulullah SAW melarang orang yang tidak menguasai cara pengobatan untuk mengobati pasien.

–          Sebagaimana disyaratkan oleh Rasulullah SAW, pelaku hijamah harus menjaga diri dari perbuatan tercela dan senantiasa meminta pertolongan Allah SWT karena Dialah yang menyembuhkan, sedangkan mereka hanyalah perantara.

–          Alat yang digunakan harus steril dan dijaga kesterilannya.

–          Sebelum pembekaman, bersihkan kulit dengan desinfektan terlebih dahulu.

–          Menjaga aurat pasien dan aurat diri sendiri.  Pasien laki-laki dibekam oleh petugas laki-laki, demikian pula dengan pasien perempuan.  Kecuali dalam keadaan terpaksa, pasien harus didampingi muhrimnya.

–          Sisa-sisa pembekaman dibakar, lalu ditanam.  Jangan dibuang sembarangan di tempat sampah.

Berikut ini, ada sebuah video tentang penjelasan medis dari bekam

Sumber:

Assegaf, Muhammad Ali Toha. 2011. Buku Pintar Sehat Islami. Bandung: Mizania

Pencegahan Terserangnya Penyakit Ala Nabi Muhammad SAW

Standard

Mencegah lebih baik daripada mengobati.  Pernahkah kalian mendengar kutipan tersebut? Pada masa ketika kesehatan dan pengobatan yang begitu mahal harganya, kutipan tersebut sangat benar dan perlu dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari.  Dengan tubuh yang selalu terjaga kesehatannya, pikiran, jiwa, dan spiritual pun akan tentram dan fokus.

Salah satu langkah pencegahan terserang penyakit adalah dengan menjaga kebersihan, seperti:

– melaksanakan wudhu dengan benar, 5 kali sehari;

– mandilah minimal 1 kali sehari;

– bersiwak setiap akan sholat, bangun tidur, setelah makan, dan menjelang tidur malam;

– melakukan 10 sunnah fitrah, yaitu mencukur kumis, memanjangkan janggut, bersiwak, ber-istinsyaq, memotong kuku, mencuci sela-sela jari, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, beristinja, dan berkumur;

– mencuci tangan sebelum tidur;

– berkhitan;

– membersihkan peralatan;

– makan dengan tangan kanan;

– membuang air pada tempatnya;

– menjaga kebersihan lingkungan, seperti membersihkan halaman rumah, tidak berduduk-duduk di tempat orang berteduh, dan tidak meludah di Masjid.

6

Mencegah Penyebaran Penyakit Menular

Agama Islam sangan memerhatikan bagaimana cara manusia menjaga manusia dari ancaman bahaya.  Oleh karena itu, ada beberapa petunjuk tindakan preventif untuk menghadapi hal-hal yang dapat menyebabkan penyakit dan mudah berjangkit di kalangan manusia, antara lain:

1. Menjaga Kebersihan Lingkungan

  • Menjaga kebersihan tempat pekarangan
  • Menjaga kebersihan jalan tempat-tempat berkumpul

2. Menjaga Makanan, air, dan udara pencemaran

  • Menjaga makanan dari pencemaran
  • Menjaga udara dari pencemaran
  • Menjaga air dari pencemaran

3. Garam, zat logam, dan vitamin (zat untuk mempertahankan kekebalan)

Zat ini berada pada susu, daging, dan buah-buahan.  Garam dan zat logam ini membantu protein dalam melaksanakan tugas-tugasmya.  Fungsi lainnya antara lain,

  1. Menjaga tubuh agar tidak mudah di serang penyakit,
  2. Membantu peran-peran anggota tubuh dan mengaturnya
  3. Air

Tak seorang pun dapat hidup tanpa air, karena air masuk ke seluruh tubuh dan bagiannya.  Air membantu kelancaran saat menelan makanan, mengunyah, dan mencernanya serta saat mengeluarkan ampasnya.  Air masuk ke dalam susunan darah dan mengatur derajat kepanasan tubuh.  Jelasnya, air diperlukan untuk semua proses kehidupan.  Allah SWT berfirman, “Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.  Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al-anbiya (21): 30)

Sumber:

Assegaf, Muhammad Ali Toha. 2011. Buku Pintar Sehat Islami. Bandung: Mizania

Muhadi, S.Pd.I & Muadzin, M. Pd.I, Semua Penyakit Ada Obatnya.